Bentuk Pemasaran Tradisional Di Era Digital

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi media digital telah mendorong beberapa perubahan dan perkembangan drastis dalam dunia strategi pemasaran.

Mungkin inilah yang kita sebut revolusi digital (pemasaran, atau disebut juga pemasaran).

Diperkirakan bahwa perkembangan pemasaran digital akan terus tumbuh dan mungkin menjadi bagian yang mendominasi keseluruhan anggaran pemasaran.

Tentu saja, perubahan ini telah menciptakan konsekuensi terkait dengan keberadaan pencipta saluran teknologi digital, jejaring sosial, blog, pemasaran digital dan spesifikasi target pemasaran.

Era pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh keberadaan teknologi yang saat ini sedang dikembangkan. Indonesia sendiri, misalnya, sebagai negara berkembang tidak terlepas dari pengaruh teknologi (terutama Internet) yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ini terbukti dari data yang diterbitkan oleh Internet World Stats pada 20 November 2015, yang menunjukkan posisi Indonesia sebagai peringkat kedelapan dari 20 pengguna Internet teratas di Asia (Internet World Stats, 2016).

Pergeseran dari ide-ide pemasaran tradisional ke digital juga telah menciptakan serangkaian konsep dan perspektif baru tentang pelanggan dan konsumen yang awalnya dianggap pasif, menjadi subyek aktif dan berkontribusi untuk membangun kerangka kerja strategi pemasaran digital.

Situasi ini juga mendorong banyak perusahaan (dari berbagai ukuran) untuk mempertimbangkan bentuk-bentuk baru strategi pemasaran dengan pendekatan interaksi pelanggan dan konsumen.

Ryan dan Jones (2009) menjelaskan bahwa pemasaran digital (seperti pemasaran Internet) memiliki keunikannya sendiri dengan memperluas kapasitas jangkauan dan pada saat yang sama mengurangi pendekatan pemasaran.

Pemasaran digital memiliki karakter yang dapat mematahkan batasan geografi dan zona waktu, yang telah menjadi salah satu kendala dalam kegiatan pemasaran tradisional.

Melalui teknologi internet, kegiatan pemasaran menjadi lebih dinamis. Keberadaan strategi dan taktik yang ada memungkinkan kegiatan pemasaran untuk menjangkau pelanggan dan konsumen sama.

Padahal, dalam kegiatan pemasaran, baik digital maupun tradisional, hal utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana merumuskan dan menentukan strategi pemasaran itu sendiri.

Dalam konteks pemasaran digital, ada beberapa perbedaan signifikan di mana pemasaran tradisional dilakukan dengan berfokus pada interaksi penjualan langsung (offline), kehadiran bisnis atau distributor tatap muka dengan pelanggan dan konsumen.

Sedangkan interaksi dalam pemasaran digital dilakukan secara tidak langsung memaksimalkan teknologi dalam transaksi komersial.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>